Bagian 1
DEFINISI NYERI
Nyeri didefinisikan sebagai suatu keadaan yang mempengaruhi seseorang dan ekstensinya diketahui bila seseorang pernah mengalaminya (Tamsuri, 2007). Nyeri, sakit, dolor (Latin) atau pain (Inggris) adalah kata-kata yang artinya bernada negatif; menimbulkan perasaan dan reaksi yang kurang menyenangkan. Walaupun demikian,kita semua menyadari bahwa rasa sakit kerapkali berguna,antara lain sebagai tanda bahaya; tanda bahwa ada perubahan yang kurang baik di dalam diri manusia.
Menurut International Association for Study of Pain (IASP), nyeri adalah sensori subyektif dan emosional yang tidak menyenangkan yang didapat terkait dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan.
Jumat, 29 Januari 2010
Minggu, 06 Desember 2009
Fisioterapi Pada Kondisi Asma
Asma merupakan gangguan pada sistem pernafasan yang diakibatkan oleh karena alergi. Kondisi ini menyebabkan peningkatan kepekaan oleh rangsangan. Banyak faktor yang menyebabkan (faktor pemicu) dari kondisi ini antara lain karena kelelahan, perubahan lingkungan (perubahan cuaca, kelembaban, asap, dll), infeksi saluran pernafasan seperti influenza, reaksi alergi, dll.
Gejala asma : seseorang yang terkena atau mempunyai bakat asma, jika terpapar faktor pemicu akan mempunyai gejala dari yang ringan sampai berat. Sering timbul pilek/bersin, sesak nafas, nafas berbunyi (dijumpai penimbunan mukosa), berkeringat dan denyut nadi meningkat. Keluhan ini sering terjadi pada malam hari menjelang pagi, kemudian terasa enak sekitar jam 9 pagi.
Komplikasi : Penyempitan saluran nafas yang terjadi sangat berbahaya. Hal ini terjadi karena penimbunan dahak. Dahak yang ada di saluran nafas sangat pekat dan susah untuk dikeluarkan.
Penatalaksanaan Fisioterapi :
1. Anamnesa :
Lakukan pemeriksaan dengan teliti, untuk mengetahui lokasi sputum, fase asma (akut/kronis), faktor resiko, dll.
2. Terapi
a. Inhalasi Terapi : tentukan jenis obat yang akan dipakai. Obat yang biasa digunaka adalah obat pelega pernafasan, pengencer dahak. Beberapa dokter juga merekomendasikan untuk diberikan obat anti-inflamasi. Yang perlu mendapat perhatian bagi seorang fisioterapi adalah tehnik pelaksanaan inhalasi. Termasuk dalam hal ini adalah jenis alat yang digunakan.
b. Diathermy (pemanasan). Pada pasien dengan kondisi asma, biasanya dijumpai sesak nafas. Hal ini mengakibatkan otot bantu pernafasan bekerja secara maximal. Pemanasan digunakan untuk memberikan efek relaksasi pada sistem skeletal, terutama daerah thrunk. Jenis diathermy yang digunakan adalah MWD atau IRR.
c. Massage. Massage sebenarnya merupakan terapi alternatif pada kondisi asma. Tujuan diberikannya massage ini lebih ke arah relaksasi otot bantu pernafasan.
d. Chest Fisioterapi. Pemberian chest fisioterapi harus memperhatikan tipe dari asma. Usia pasien dan posisi/letak sputum menentukan jenis chest terapi.
e. Edukasi. Edukasi di sini meliputi hal yang harus dihindari oleh pasien.
by : Alex
Gejala asma : seseorang yang terkena atau mempunyai bakat asma, jika terpapar faktor pemicu akan mempunyai gejala dari yang ringan sampai berat. Sering timbul pilek/bersin, sesak nafas, nafas berbunyi (dijumpai penimbunan mukosa), berkeringat dan denyut nadi meningkat. Keluhan ini sering terjadi pada malam hari menjelang pagi, kemudian terasa enak sekitar jam 9 pagi.
Komplikasi : Penyempitan saluran nafas yang terjadi sangat berbahaya. Hal ini terjadi karena penimbunan dahak. Dahak yang ada di saluran nafas sangat pekat dan susah untuk dikeluarkan.
Penatalaksanaan Fisioterapi :
1. Anamnesa :
Lakukan pemeriksaan dengan teliti, untuk mengetahui lokasi sputum, fase asma (akut/kronis), faktor resiko, dll.
2. Terapi
a. Inhalasi Terapi : tentukan jenis obat yang akan dipakai. Obat yang biasa digunaka adalah obat pelega pernafasan, pengencer dahak. Beberapa dokter juga merekomendasikan untuk diberikan obat anti-inflamasi. Yang perlu mendapat perhatian bagi seorang fisioterapi adalah tehnik pelaksanaan inhalasi. Termasuk dalam hal ini adalah jenis alat yang digunakan.
b. Diathermy (pemanasan). Pada pasien dengan kondisi asma, biasanya dijumpai sesak nafas. Hal ini mengakibatkan otot bantu pernafasan bekerja secara maximal. Pemanasan digunakan untuk memberikan efek relaksasi pada sistem skeletal, terutama daerah thrunk. Jenis diathermy yang digunakan adalah MWD atau IRR.
c. Massage. Massage sebenarnya merupakan terapi alternatif pada kondisi asma. Tujuan diberikannya massage ini lebih ke arah relaksasi otot bantu pernafasan.
d. Chest Fisioterapi. Pemberian chest fisioterapi harus memperhatikan tipe dari asma. Usia pasien dan posisi/letak sputum menentukan jenis chest terapi.
e. Edukasi. Edukasi di sini meliputi hal yang harus dihindari oleh pasien.
by : Alex
Langganan:
Postingan (Atom)
WELCOME TO MY WORLD
about me
- alex
- Siapa saya...?hanya Allah yang tau but sedikit crita nich. I'm a physiotherpist.sekarang critanya baru ngajar di Cilacap City